19. Syukur adalah Kunci Bertambahnya Nikmat: Magnet Rezeki dan Ketenangan
Maqulah :
الشُّكْرُ سَبَبٌ لِدَوَامِ النِّعَمِ وَزِيَادَتِهَا. قَالَ تَعَالَى: لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Syukur menjadi sebab tetap dan bertambahnya nikmat. Allah berfirman: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrāhīm: 7).
Penjabaran Lengkap
Syukur dalam Islam bukanlah sekadar ucapan "Alhamdulillah". Ia adalah sebuah sikap hidup yang utuh dan terdiri dari tiga pilar: pertama, pengakuan di dalam hati bahwa setiap nikmat, sekecil apa pun, datangnya murni dari Allah. Kedua, pujian dengan lisan dengan mengucap hamdalah dan menisbatkan nikmat itu kepada-Nya. Ketiga, dan ini yang terpenting, pembuktian dengan perbuatan, yaitu menggunakan nikmat tersebut di jalan yang diridhai Allah. Mata yang sehat digunakan untuk membaca Al-Qur'an, harta yang cukup digunakan untuk bersedekah, ilmu yang dimiliki digunakan untuk mengajar. Ayat di atas bukanlah sebuah anjuran, melainkan sebuah janji pasti dari Allah. Syukur bekerja layaknya magnet; ia tidak hanya mempertahankan nikmat yang sudah ada, tetapi juga menarik nikmat-nikmat baru yang belum kita terima. Sebaliknya, kufur nikmat akan membuat nikmat itu terasa hampa dan pada akhirnya akan dicabut.
Ilustrasi: Wadah Penampung Hujan Rahmat
Bayangkan nikmat Allah itu laksana hujan rahmat yang turun dari langit tanpa henti. Setiap dari kita diberikan sebuah wadah untuk menampung curahan hujan itu.
Orang yang kufur nikmat adalah orang yang memegang wadah yang terbalik atau bocor. Sebanyak apa pun hujan turun, wadahnya akan selalu kosong. Ia terus mengeluh, "Mengapa aku tidak punya air?", padahal hujan rahmat ada di sekelilingnya.
Orang yang bersyukur adalah orang yang memegang wadahnya dengan benar. Ia menampung setiap tetes air dengan penuh penghargaan. Lebih dari itu, ia tidak membiarkan air itu diam. Ia menggunakan air di dalam wadahnya untuk menyirami tanaman-tanaman di sekitarnya, sehingga tumbuhlah bunga dan buah yang bermanfaat.
Allah, Sang Pemilik Hujan, melihat betapa bergunanya air di wadah orang ini, lalu berfirman, "Karena engkau pandai menggunakan air-Ku untuk kebaikan, maka Aku akan memperbesar wadahmu dan menambah deras curahan hujan khusus untukmu."
Kesimpulan Praktis
Setiap malam sebelum tidur, luangkan dua menit untuk melakukan "inventarisasi nikmat". Pikirkan dan syukuri tiga hal spesifik yang terjadi pada hari itu, sekecil apa pun (misalnya: "Alhamdulillah, tadi siang makanannya enak," atau "Alhamdulillah, hari ini tidak terjebak macet parah"). Latihan ini akan mengubah fokus pikiran Anda dari apa yang kurang menjadi apa yang sudah Anda miliki.