13. Keadilan sebagai Dasar Pemerintahan: Fondasi Sebuah Peradaban
Maqulah :
الْإِسْلَامُ يَجْعَلُ الْعَدْلَ أَسَاسَ كُلِّ حُكْمٍ، وَهُوَ أَمَانُ الْمُجْتَمَعِ. قَالَ تَعَالَى: ﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ﴾
Islam menjadikan keadilan sebagai fondasi kekuasaan dan jaminan bagi masyarakat. Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan." (QS. An-Naḥl: 90).
Penjabaran Lengkap
Keadilan (Al-'Adl) dalam Islam bukanlah sebuah pilihan atau anjuran, melainkan sebuah perintah Tuhan yang menjadi fondasi utama bagi tegaknya sebuah masyarakat yang beradab. Ia adalah syarat mutlak bagi terciptanya rasa aman, damai, dan sejahtera. Keadilan Islam bersifat universal dan tidak memihak; ia harus ditegakkan untuk semua orang, tanpa memandang status sosial, kekayaan, hubungan keluarga, bahkan agama. Sebuah kekuasaan atau pemerintahan yang tegak di atas kezaliman dan ketidakadilan, meskipun tampak kuat dari luar, sesungguhnya sedang membangun istananya di atas pondasi yang rapuh. Sejarah membuktikan bahwa kehancuran peradaban-peradaban besar sering kali diawali oleh merajalelanya ketidakadilan. Karena itu, menegakkan keadilan, bahkan terhadap diri sendiri atau kelompok yang kita benci, adalah bukti ketakwaan yang paling nyata.
Ilustrasi: Pilar Utama Sebuah Istana
Bayangkan sebuah masyarakat adalah istana yang sangat megah dan indah. Dindingnya dihiasi emas, tamannya penuh bunga, dan menaranya menjulang ke langit. Kemegahan ini melambangkan kemakmuran, kekuatan militer, dan pencapaian budaya.
Namun, seluruh kemegahan istana itu berdiri di atas satu pilar utama yang tersembunyi di ruang bawah tanah: Pilar Keadilan.
Selama pilar itu lurus, kokoh, dan tegak, seluruh istana akan aman sentosa. Namun, jika pilar itu mulai retak, miring, atau keropos karena praktik korupsi, nepotisme, dan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, maka seluruh bangunan di atasnya akan mulai bergetar. Hiasan-hiasan dinding akan rontok, menara akan retak, dan pada akhirnya, seluruh istana yang megah itu akan runtuh menjadi puing-puing.
Peradaban yang paling makmur sekalipun akan hancur jika pilar keadilannya telah roboh.
Kesimpulan Praktis
Mulailah menegakkan keadilan dari lingkup terkecil Anda. Jadilah orang tua yang adil di antara anak-anaknya. Jadilah atasan yang adil dalam menilai bawahannya. Dan jadilah individu yang adil dalam memberikan kesaksian atau pendapat, bahkan jika itu merugikan diri sendiri atau menguntungkan orang yang tidak Anda sukai.
Maqulah 13