Alamat: Kampus Dayah Teungku Chiek Pante Geulima, Jl. Blang Awee, Kecamatan Meuruedu 24186, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Indonesia
Periode: 2015-2026
๐ธ Kata Sambutan Pimpinan ๐ธAssalamuโalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
๐ฟ Alhamdulillahirabbil โalamin, washshalatu wassalamu โala asyrafil anbiyai wal mursalin, wa โala alihi wa shahbihi ajmaโin.
Selamat datang di platform digital Mishkatul Ittizan. Nama website ini kami pilih bukan tanpa makna. Ia adalah sebuah doa dan cita-cita; sebuah "Lentera Keseimbangan". Di tengah arus zaman yang kian dinamis, kita memerlukan cahaya ilmu yang mampu menyeimbangkan antara urusan duniawi dan ukhrawi, antara kecerdasan intelektual dan kemuliaan akhlak, serta antara kearifan lokal dan wawasan global.
๐ป Website ini hadir sebagai jembatan komunikasi dan informasi mengenai aktivitas dakwah, pendidikan di Dayah Teungku Chiek Pante Geulima, serta pemikiran-pemikiran keislaman yang kami rangkum dari perjalanan panjang berkhidmat untuk umat, baik di tanah air maupun di mancanegara.
๐ค Kami berharap, kehadiran platform ini dapat menjadi wasilah (perantara) bagi para penuntut ilmu, wali santri, dan masyarakat luas untuk meneguk tetesan ilmu, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama membangun peradaban Islam yang moderat (wasathiyah) dan berkemajuan.
๐ Mari kita terus melangkah dalam bimbingan cahaya Al-Qur'an dan Sunnah, menjaga keseimbangan hati dan pikiran demi meraih rida Allah SWT.
Wassalamuโalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Faisal Hasan Sufi (Abu Sultan)
Pimpinan Dayah Teungku Chiek Pante Geulima
Founder Mishkatul Ittizan
๐ Sejarah Dayah Teungku Chiek Pante Geulima
โจ Dayah Teungku Chiek Pante Geulima merupakan salah satu institusi pendidikan Islam tertua di Aceh yang memiliki akar sejarah panjang dalam membangun tradisi keilmuan dan spiritual umat. Lembaga ini menurut catatan yang ditemukan dipinggir kitab kuning oleh Teungku H. Hasan Sufi, didirikan pada tahun 1802, pada masa Kesultanan Aceh, oleh Teungku Yaโqub bin Abdurrahman bersama abangnya Teungku Muhammad Salih bin Abdurrahman. Pada fase awal, lembaga pendidikan ini masih sangat sederhana dan dikenal dengan nama Balee Panah, yaitu balai pengajian yang terbuat dari kayu pohon nangka yang siap diresmikan pada hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 1217 H.
๐ฟ Dayah Teungku Chiek Pante Geulima mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1865 di bawah kepemimpinan Teungku Ismail bin Yaโqub. Pada masa ini, dayah berkembang pesat dan menjadi pusat peradaban Islam yang berpengaruh, dengan jumlah santri mencapai lebih dari 1.000 orang yang datang dari berbagai penjuru untuk menuntut ilmu agama dan memperdalam pemahaman keislaman.
๐ฅ Pasca agresi militer Belanda ke Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1873, aktivitas pendidikan di lingkungan dayah terdampak secara drastis. Semangat jihad membara di kalangan santri dan ulama; tercatat sekitar 800 santri meninggalkan bangku pendidikan untuk maju ke medan perang melawan penjajah.
๐๏ธ Kondisi dayah pun mulai terbengkalai dan akhirnya terhenti sepenuhnya setelah pimpinan dayah, Teungku Chiek Pante Geulima Ismail bin Yaโqub, gugur syahid dalam pertempuran melawan Belanda pada tahun 1901.
๐ Setelah lebih dari satu abad mengalami kevakuman, Dayah Teungku Chiek Pante Geulima dihidupkan kembali pada tahun 2005, setahun pasca bencana tsunami Aceh. Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, alhamdulillah, dayah ini bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang mengintegrasikan tradisi keilmuan Islam dengan pendekatan pendidikan modern dan sains.
๐ Unit pendidikan yang telah berjalan hingga saat ini meliputi:
โข Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) & Taman Kanak-kanak (TK)
โข Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT An-Nur)
โข Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT An-Nur)
โข Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Agrobisnis Pengolahan Hasil Pertanian
๐ Seluruh jenjang pendidikan tersebut menerapkan kurikulum berbasis Tahfidz Al-Qurโan sebagai fondasi utama pembentukan generasi Qurโani.
๐ Di samping pendidikan formal, dayah juga menyelenggarakan program dayah murni yang berfokus pada pengkajian kitab-kitab turats, tahfidz Al-Qurโan, serta penguatan bahasa melalui program Madaris Ulumil Qurโanil Majid (MUQAM) sebagai pondasi utamanya.
๐ Musibah banjir besar yang melanda pada November 2025 telah melumpuhkan sebagian besar fasilitas pendidikan dayah. Demi menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar, pihak dayah terpaksa menyewa gedung milik masyarakat yang tidak terpakai sebagai ruang kelas sementara.
๐ซ Sementara itu, siswa SMK Dayah Teungku Chiek Pante Geulima dititipkan sementara di SMK Saree, sedangkan kegiatan pengajian kitab dan tahfidz Al-Qurโan terpaksa diliburkan hingga tersedianya kembali gedung sekolah dan asrama.
๐๏ธ Ke depan, pembangunan kembali direncanakan di lokasi baru, yaitu di wilayah Gampong Blang Awe, tepat di belakang Kantor Bupati Pidie Jaya.
Penerang Sanubari โข Pengabdi Umat โข Penggerak Dakwah Global
โจ Faisal Hasan Sufi, yang dikenal luas dengan panggilan Abu Sultan, merupakan sosok muballigh, pendidik, dan cendekiawan Muslim yang telah mendedikasikan lebih dari 40 tahun usianya dalam dunia pendidikan Islam dan dakwah lintas negara. Lahir di Meureudu pada 10 November 1957, beliau mengusung misi membangun generasi Qurโani yang menyeimbangkan kedalaman ilmu agama dengan kemandirian karakter melalui visi Mishkatul Ittizan.
Dekade 1980-an: Awal Karier & Akademisi
Dekade 2000-an: Ekspansi Nasional & Internasional
Syiar Islam beliau telah menjangkau belasan negara di tiga benua:
| Bidang Deskripsi Keahlian | |
| ๐ซ Manajemen Institusi | Transformasi Dayah & Pesantren secara modern dan profesional. |
| ๐ Tahfidz Al-Qurโan | Pakar metodologi hafalan Al-Qur'an yang efektif. |
| ๐ฃ๏ธ Bahasa Arab | Penguasaan bahasa Arab akademik dan praktis tingkat tinggi. |
| ๐พ Pemberdayaan Ekonomi | Pengembangan proyek agrikultur & ekonomi syariah lintas negara. |
struktur