Allah Subhanahu wa Ta'ala menyapa kita dengan panggilan yang paling dicintai oleh hati kita, yaitu panggilan iman, dalam firman-Nya:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183).
Dalam potongan ayat "agar kamu bertakwa", terkandung realisasi dari ketakwaan yang merupakan buah dari puasa. Puasa memiliki tujuan. Sebenarnya, Allah bisa saja memerintahkan kita berpuasa begitu saja dan kita akan melaksanakannya tanpa masalah, namun Dia melembutkan hati kita dengan panggilan "Wahai orang-orang yang beriman" di awal ayat. Hal ini agar buah dari puasa, yaitu takwa, dapat tercapai di akhir ayat.
Al-Qur'an dipenuhi dengan ayat-ayat yang menjelaskan pahala bagi orang yang bertakwa, di antaranya firman Allah dalam Surah Al-Qamar:
"Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Mahakuasa." (QS. Al-Qamar: 54-55).
Jika kita berpuasa sesuai dengan kehendak Allah dan Sunnah Rasulullah, maka ketakwaan itu akan terwujud dalam diri kita.
Puasa yang Menyeluruh
Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri yang halal, melainkan puasa yang menyeluruh. Anggota tubuh ikut berpuasa: lidah berpuasa (dari ucapan buruk), mata berpuasa dengan menahan diri dari hal yang menyakitkan serta menundukkan pandangan. Semua ini adalah bagian dari takwa. Jika kita meraih takwa ini, kita akan menjadi golongan orang bertaqwa dan menang dengan berada di sisi Sang Raja Yang Maha Kuasa.
Inilah pesan pertama yang Allah gunakan untuk mendekatkan kecintaan pada kewajiban ini ke dalam hati kita, agar kita mendekat kepada-Nya melalui takwa.
Pesan Kedua: Keutamaan (Khairiyah)
Pesan kedua adalah kelembutan dari Allah Yang Maha Lembut:
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 184).
Di sini terlihat keutamaan puasa. Kata "Khair" (baik/lebih baik) disebutkan lebih dari sekali. Jika pesan pertama adalah tentang Takwa, maka pesan kedua adalah tentang Khairiyah (kebaikan/keunggulan).
Namun, Allah memberikan syarat berupa ilmu untuk mengetahui keutamaan ini melalui kalimat: "Jika kamu mengetahui". Kebaikan puasa ada di dunia dan akhirat, tetapi bagi yang ingin mengetahuinya, syaratnya adalah ilmu. Allah kemudian menundukkan ilmu pengetahuan modern bagi kita agar kita bisa membahas hal ini secara mendalam.
Keajaiban Medis dalam Puasa
Salah satu bentuk kebaikan puasa di dunia adalah kesehatan badan. Puasa adalah penyembuhan dari langit dan sarana pemeliharaan tahunan yang mewah bagi yang menjaganya. Secara ilmiah, puasa mengurangi asupan makanan kita hingga 50%. Jika biasanya kita makan tiga kali sehari, saat puasa berkurang menjadi sekitar satu setengah porsi (karena sunnahnya tidak berlebihan saat sahur).
Berikut adalah beberapa contoh keajaiban tersebut:
1. Istirahatnya Jantung
Semua anggota tubuh beristirahat pada waktu tertentu; mata saat tidur, kaki saat duduk. Namun secara fisiologis, jantung tidak bisa berhenti beristirahat total karena akan menyebabkan kematian. Kapan jantung beristirahat? Hal ini terjadi saat puasa. Rata-rata denyut jantung manusia adalah 72 denyut per menit. Saat puasa, denyut ini menurun menjadi sekitar 60 denyut per menit. Dalam 30 hari, jantung menghemat sekitar 270.000 denyutan. Ini memberikan istirahat total bagi sistem pencernaan dan mengurangi beban jantung dalam memompa darah untuk proses pencernaan yang berat.
2. Detoksifikasi Hati (Liver)
Hati adalah penyaring racun. Manusia sepanjang hidupnya mengonsumsi air yang mengandung mineral berat, serta racun dari udara dan makanan. Saat berpuasa:
- Hati beristirahat dari proses penyimpanan energi selama 15-16 jam sehari.
- Hati fokus melakukan pembersihan racun secara menyeluruh.
- Dr. Abdul Jawwad as-Sawi dalam bukunya "Puasa: Mukjizat Ilmiah" menyebutkan bahwa proses pembersihan ini membuat manusia keluar dari bulan Ramadhan dalam kondisi lebih bersih (secara fisik) dari sebelumnya. Hal ini terlihat dari regenerasi sel yang membuat kulit lebih segar dan mata lebih jernih.
3. Kekuatan Imunitas
Secara ilmiah ditemukan bahwa efektivitas sel pertahanan tubuh meningkat hingga 10 kali lipat. Sel limfosit dan sel T membutuhkan energi besar untuk berfungsi. Energi ini tersedia melimpah saat puasa karena sistem pencernaan berhenti bekerja, sehingga sel imun menjadi lebih aktif.
Penutup Itulah mukjizat medis Allah dalam puasa yang berfungsi sebagai perlindungan tahunan bagi tubuh dari berbagai penyakit. Maha Suci Allah yang telah memberi kita nikmat puasa.
Kita memohon kepada Allah Yang Maha Agung agar mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan bertahun-tahun lamanya dalam keadaan baik. Sesungguhnya Dialah Pelindung dan Yang Maha Kuasa atas hal itu.
Manfaat Kesehatan Puasa (Ditinjau dari Sains)
- Istirahat Jantung (Cardiovascular Rest):
- Saat berpuasa, denyut jantung rata-rata menurun dari 72 menjadi 60 denyut per menit.
- Dalam satu bulan, jantung menghemat sekitar 270.000 denyutan, memberikan waktu istirahat yang tidak didapatkan di bulan-bulan lainnya.
- Detoksifikasi Hati (Liver Detox):
- Hati berhenti sejenak dari tugas menyimpan gula dan lemak selama 15–16 jam.
- Waktu luang ini digunakan hati untuk menyaring dan membuang racun (logam berat dari air dan polusi) yang menumpuk di tubuh.
- Meningkatkan Sistem Imun:
- Aktivitas sel pelindung tubuh (sel Limfosit dan sel T) meningkat hingga 10 kali lipat.
- Energi yang biasanya habis untuk mencerna makanan dialihkan untuk memperkuat pertahanan tubuh melawan penyakit.
- Regenerasi Sel & Estetika:
- Puasa memicu perbaikan sel-sel tubuh yang rusak.
- Hasilnya terlihat secara fisik melalui kulit yang lebih bersih, mata yang lebih jernih, dan wajah yang tampak lebih segar.
- Pemeliharaan Tubuh Tahunan:
- Puasa mengurangi beban konsumsi makanan hingga 50%, yang berfungsi sebagai "servis rutin" tahunan bagi seluruh organ pencernaan.
Kesimpulan Spiritual: Semua manfaat medis ini adalah bukti nyata dari firman Allah: "Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (QS. Al-Baqarah: 184).