Al-Mu’izz (Artinya: Maha Memuliakan)
|
Kategori |
Detail Deskripsi |
Langkah Nyata & Implementasi |
|
Hakikat Nama |
Al-Mu’izz: Dialah yang memberikan kemuliaan, kehormatan, dan kekuatan kepada siapa pun yang Dia kehendaki di dunia maupun di akhirat. |
Menyadari bahwa kemuliaan sejati hanya bersumber dari ketaatan kepada Allah, bukan dari harta atau jabatan. |
|
Sifat |
Al-I’zaz: Sifat Allah yang mengangkat derajat hamba-Nya dengan memberikan taufik, hidayah, dan kemenangan. |
Selalu memohon pertolongan Allah (Isti'anah) dalam setiap usaha agar diberikan hasil yang bermartabat. |
|
Efek Titipan |
Manusia diberikan "titipan" berupa wibawa, jabatan, atau ilmu yang membuatnya dihormati orang lain. |
Menggunakan jabatan atau ilmu tersebut untuk membela kebenaran dan menolong yang lemah. |
|
Efek Mental |
Memiliki rasa percaya diri yang berlandaskan iman (Izzah) dan tidak merasa rendah diri di hadapan makhluk. |
Tidak menghamba atau menjilat kepada manusia demi mendapatkan pujian atau kedudukan. |
|
Efek Karakter |
Menjadi pribadi yang menjaga kehormatan diri (muru'ah) dan rendah hati kepada sesama mukmin. |
Bersikap tegas dalam prinsip namun tetap santun dan tidak sombong atas kelebihan yang dimiliki. |
Intisari: Kemuliaan sejati adalah ketika seorang hamba merasa cukup dengan Allah sebagai Tuhannya, sehingga ia tidak lagi diperbudak oleh keinginan untuk dimuliakan oleh manusia.
2. Landasan Kontekstual (Dalil)
Al-Qur’anul Karim
- Kedaulatan Mutlak
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن
تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ
"Katakanlah: 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki...'" (QS. Ali 'Imran: 26)
- Otoritas Akhirat
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا
"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya." (QS. Fatir: 10)
- Sirkulasi Kekuasaan
وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ
"Padahal kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui." (QS. Al-Munafiqun: 8)
As-Sunnah & Hadis Qudsi
- Peringatan Materialisme
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا
"Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan." (HR. Muslim)
- Otoritas Tertinggi Hadis Riwayat Tirmidzi mengenai doa:
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ
"Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua lelaki yang paling Engkau cintai (Umar bin Khattab atau Abu Jahl)." (Allah mengabulkan doa ini melalui kemuliaan Islam lewat Umar bin Khattab).
3. Penyejuk Jiwa
Janganlah bersedih saat manusia meremehkanmu atau menjatuhkan harga dirimu. Ingatlah bahwa manusia hanyalah perantara, sedangkan Al-Mu’izz adalah sumbernya. Jika Allah telah menetapkanmu mulia karena ketaatanmu, maka seluruh penduduk bumi tidak akan mampu menghinakanmu.
4. Teladan Salafussalih
Khalifah Umar bin Khattab r.a. pernah berkata:
"Dulu kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan kita dengan Islam. Maka jika kita mencari kemuliaan dengan selain apa yang Allah berikan kepada kita (Islam), niscaya Allah akan menghinakan kita kembali."
5. Pesan Mendalam
Kemuliaan yang didapat dari harta akan hilang saat harta habis. Kemuliaan yang didapat dari jabatan akan sirna saat masa jabatan usai. Namun, kemuliaan yang diberikan oleh Al-Mu’izz kepada hamba-Nya yang bertakwa akan tetap abadi, bahkan hingga ia masuk ke liang lahat.
6. Kesimpulan
Mengenal Allah sebagai Al-Mu’izz mengajarkan kita untuk tidak "mengemis" hormat kepada makhluk. Carilah kemuliaan di sisi Allah dengan ketaatan, maka secara otomatis Allah akan menanamkan rasa hormat dan cinta di hati para makhluk-Nya terhadap dirimu.
Abu Sultan Al-Qadrie