Al-Qur'an adalah Kalamullah (perkataan Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui perantara Malaikat Jibril sebagai mukjizat abadi dan petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Bagian 1: Keutamaan Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an bukan sekadar aktivitas lisan, melainkan sebuah perdagangan dengan Allah yang tidak akan pernah merugi.
1. Pahala yang Melimpah (Per Huruf)
Setiap huruf yang kita ucapkan mengandung kebaikan yang dilipatgandakan.
Dalil Hadits:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: «مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ»
Artinya: "Dari Abdullah bin Mas'ud RA, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf'." (HR. Tirmidzi)
2. Pemberi Syafaat di Hari Kiamat
Al-Qur'an akan datang membela pembacanya di saat tidak ada lagi pertolongan kecuali dari Allah.
Dalil Hadits:
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: «اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ»
Artinya: "Dari Abu Umamah Al-Bahili RA, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya'." (HR. Muslim)
3. Meningkatkan Derajat di Surga
Kedudukan seseorang di surga sangat bergantung pada seberapa banyak dan sering ia berinteraksi dengan Al-Qur'an di dunia.
Dalil Hadits:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: «يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا»
Artinya: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Dikatakan kepada pembaca Al-Qur'an (di akhirat): Bacalah dan naiklah (ke derajat surga), serta bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia. Karena kedudukanmu berada pada ayat terakhir yang engkau baca'." (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
Bagian 2: Adab Membaca Al-Qur'an
Agar mendapatkan keberkahan dan pahala yang sempurna, seorang muslim hendaknya memperhatikan etika (adab) saat berinteraksi dengan kitab suci ini.
1. Ikhlas Karena Allah
Niatkan hanya untuk mengharap ridha Allah, bukan untuk pujian manusia.
2. Berada dalam Keadaan Suci
Sangat dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu sebagai bentuk pengagungan terhadap kalam Allah.
3. Memulai dengan Isti'adzah
Memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan agar hati tetap fokus.
Dalil Al-Qur'an:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya: "Apabila kamu membaca Al-Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." (QS. An-Nahl: 98)
4. Membaca dengan Tartil
Membaca secara perlahan, tidak terburu-buru, dan sesuai dengan hukum tajwid.
Dalil Al-Qur'an:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Artinya: "...Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)." (QS. Al-Muzzammil: 4)
5. Mentadabburi Maknanya
Berusaha memahami dan merenungkan pesan yang terkandung dalam setiap ayat.
Dalil Al-Qur'an:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Artinya: "Maka apakah mereka tidak merenungkan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci?" (QS. Muhammad: 24)
Kesimpulan Ringkasan
Adab Utama : Ikhlas, Suci (Wudhu), Memulai dengan Ta'awudz, Tartil, Tadabbur.
Keutamaan : Pahala per huruf, Syafaat di kiamat, Penentu derajat surga.
Oleh : Faisal Hasan Sufi Al-Qadrie