Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
1. Mukaddimah
Secara psikologis, kedamaian dalam rumah tangga bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari desain Ilahi yang presisi. Pernikahan diciptakan dalam keadaan "sehat" yang disebut Mawaddah dan Rahmah. Namun, ketika ego mulai mendominasi dan komunikasi tersumbat, muncullah Syikāq—sebuah keretakan atau penyakit emosional. Secara ilmiah, perselisihan yang berlarut-larut merusak sistem imun mental manusia. Namun, Islam mengajarkan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Syikāq bukanlah akhir dari segalanya; ia adalah sinyal bahwa "tubuh" pernikahan Anda butuh perawatan medis spiritual untuk kembali kepada fitrahnya yang tenang.
. Dalil Al-Qur’an dan Hadis :
Allah Swt. menegaskan desain asli rumah tangga yang penuh cinta:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS. Ar-Rum: 21)
Tentang perbaikan yang mustahil di mata manusia namun mungkin bagi Allah:
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ
"Maka Kami mengabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami perbaiki istrinya untuknya." (QS. Al-Anbiya: 90)
Rasulullah Saw. bersabda mengenai perdamaian:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ: إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ
"Maukah aku beritahukan kepada kalian hal yang lebih utama daripada derajat puasa, salat, dan sedekah? Para sahabat menjawab: 'Tentu'. Beliau bersabda: 'Mendamaikan perselisihan'." (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
2. Pelajaran dan Pesan
Jangan pernah menyerah pada pernikahanmu hanya karena sedang "sakit". Jika badanmu sakit, engkau pergi ke dokter, bukan ke pemakaman. Jika rumah tanggamu sedang dilanda Syikāq, carilah obatnya pada Allah. Syarat utama kesembuhan adalah kejujuran untuk mengakui kesalahan dan keberanian untuk kembali ke jalan ketaatan. Selama engkau masih menjaga hubungan dengan Pencipta, Allah punya seribu satu cara untuk memperbaiki hubunganmu dengan makhluk.
Seorang pria datang kepada seorang ulama dan berkata, "Istriku tidak lagi mencintaiku, hatinya membatu, rumah kami terasa seperti medan perang." Ulama itu hanya menjawab, "Perbaikilah hubunganmu dengan Allah di tengah malam, maka Allah akan melunakkan hati istrimu di pagi hari." Pria itu pun mulai sujud dengan tangisan panjang. Sebulan kemudian ia kembali dengan wajah berseri, "Syeikh, istriku kini menjadi orang yang paling lembut, seolah-olah Allah baru saja 'menginstal' ulang jiwanya." Inilah rahasia Waa Ashlahnaa Lahuu Zaujahuu.
Perselisihan atau Syikāq dalam rumah tangga ibarat "Debu pada Lensa Kacamata". Debu itu membuat pandangan kita buram, seolah pasangan kita penuh kekurangan. Jangan buang kacamatanya, tapi bersihkan debunya dengan cairan "Istighfar" dan kain "Sabar". Begitu debunya hilang, engkau akan kembali melihat keindahan yang dulu membuatmu jatuh cinta padanya.
Ada seorang suami yang sedang bertengkar hebat, lalu ia tiba-tiba berhenti bicara dan tersenyum lebar. Istrinya bingung dan bertanya, "Kenapa kamu senyum-senyum begitu?" Suami itu menjawab, "Aku baru ingat kata ulama, kalau istri marah itu tandanya dia lagi 'sakit'. Jadi aku lagi nungguin kamu sembuh, soalnya kalau aku ikut marah, berarti kita satu pasien di rumah sakit jiwa yang sama!" Istrinya pun tertawa dan pertengkaran itu pun usai.
3. Kesimpulan dan Penutup
Saudara dan saudari yang berbahagia , ingatlah bahwa Syikāq (perselisihan) adalah kondisi abnormal. Jangan biarkan penyakit itu merenggut kebahagiaanmu. Kembalilah kepada Allah, muliakan pasanganmu, dan carilah kembali Mawaddah dan Rahmah yang merupakan desain asli dari Sang Pencipta. Karena rumah tangga yang sukses bukanlah rumah yang tanpa masalah, melainkan rumah yang tahu ke mana harus pulang saat masalah datang.
Semoga Allah senantiasa memperbaiki setiap keretakan di antara kita dan pasangan kita. Amin.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Abu Sultan Al-Qadrie