Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

1. Mukaddimah

Secara sosiologis dan psikologis, perselisihan (Syikāq) bukanlah peristiwa yang tiba-tiba jatuh dari langit, melainkan sebuah fenomena yang memiliki sebab-akibat yang nyata. Para pakar sering menyebutnya sebagai "Malnutrisi Ilmu dan Rohani". Manusia secara fitrah mendambakan keselamatan, namun kebodohan seringkali menjadi tangan yang menghancurkan keselamatannya sendiri. Ilmu adalah nutrisi, kehendak adalah otot, dan ketaatan adalah daya tahan tubuh bagi sebuah pernikahan. Tanpa ketiganya, sistem kekebalan rumah tangga akan runtuh menghadapi virus ego dan godaan dunia.

Dalil Al-Qur’an dan Hadis :

Allah Swt. memperingatkan tentang pentingnya menjaga "pintu masuk" hati agar rumah tangga tetap suci:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.'" (QS. An-Nur: 30)

Serta kunci mendapatkan kebijaksanaan dalam bersikap:

وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْراً كَثِيراً

"Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak." (QS. Al-Baqarah: 269)

Rasulullah Saw. bersabda mengenai musuh terbesar manusia:

اَلْجَهْلُ أَدْوَى الدَّاءِ

"Kebodohan adalah penyakit yang paling parah." (HR. Ahmad)

2. Pelajaran dan Pesan

Kebodohan (Al-Jahl) adalah musuh yang lebih berbahaya daripada musuh mana pun di luar sana. Orang bodoh menghancurkan rumah tangganya sendiri tanpa ia sadari. Jika engkau ingin pernikahanmu selamat, jangan hanya mengandalkan cinta, tapi bekali dirimu dengan ilmu tentang hak dan kewajiban. Ingatlah, ketaatanmu kepada Allah di luar rumah (seperti menundukkan pandangan) adalah penjamin keharmonisanmu di dalam rumah.

Ada sebuah kisah tentang seorang suami yang selalu merasa istrinya tidak cantik setelah ia sering melihat layar ponselnya yang penuh dengan wanita cantik hasil filter digital. Ia mengadu kepada seorang bijak, "Kenapa istriku terlihat membosankan?" Orang bijak itu menjawab, "Bukan istrimu yang berubah, tapi matamu yang telah dipenuhi debu maksiat. Engkau sedang membandingkan manusia nyata yang tulus merawatmu dengan 'hantu imajiner' yang engkau bangun dari potongan-potongan wajah orang lain." Sang suami pun bertaubat, menundukkan pandangannya, dan ajaibnya, ia kembali melihat binar surgawi di mata istrinya yang selama ini ia abaikan.

Pernikahan tanpa ilmu dan hikmah ibarat "Mengemudikan Pesawat Tanpa Kursus Pilot". Engkau punya mesin yang hebat (cinta), namun karena engkau bodoh akan tombol-tombol fungsinya (hak dan kewajiban), pesawat itu akan menabrak gunung. Hikmah adalah radar dan navigasi. Dengan hikmah, engkau bisa mendaratkan "pesawat tua" (istri yang sederhana) dengan selamat dan bahagia. Tanpa hikmah, engkau akan menjatuhkan "pesawat jet terbaru" (istri yang sempurna secara fisik) karena kebodohanmu sendiri.

Seorang suami mengeluh, "Kenapa ya, tetanggaku punya istri biasa saja tapi mereka mesra, sedangkan istriku cantik sekali tapi kami bertengkar terus?" Sahabatnya menjawab, "Itu karena tetanggamu pakai 'kacamata hikmah', sedangkan kamu pakai 'kacamata katalog'. Kamu terlalu sibuk membandingkan harga dan fitur, sampai lupa bahwa istrimu itu manusia, bukan barang belanjaan yang bisa kamu tukar tambah!"

3 . Kesimpulan dan Penutup

Saudara dan saudari yang berbahagia , Perselisihan adalah tanda bahwa hubungan kita dengan Allah sedang butuh perbaikan. Kebodohan akan ilmu nikah, lemahnya kemauan untuk berbuat baik, dan maksiat mata adalah racun yang mematikan Mawaddah. Mari perbaiki Shalat kita, karena shalat yang benar akan mendatangkan Hikmah. Dengan Hikmah, engkau akan melihat kelebihan di balik kekurangan, dan kebahagiaan di balik kesederhanaan.

Semoga Allah mengkaruniakan Hikmah dan Taufik ke dalam rumah tangga kita semua. Amin.

والله أعلم بالصواب

الحمد لله رب العالمين

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Abu Sultan Al-Qadrie