Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
1. Mukaddimah
Dalam ilmu komunikasi relasional, terdapat konsep Shared Meaning atau makna bersama. Sebuah hubungan akan mencapai kematangan emosional yang stabil ketika kedua belah pihak merasa memiliki hak suara yang setara untuk didengarkan. Secara psikologis, kata kerja partisipatif (kesalingan) seperti berunding akan menurunkan pertahanan ego (ego defense mechanism). Ketika suami dan istri saling memberi saran, otak mereka akan memprosesnya sebagai dukungan sosial (social support), bukan ancaman. Inilah yang membuat jiwa merasa tenang karena beban hidup tidak dipikul sendirian, melainkan dibagi dalam dialog yang sehat.
Dalil Al-Qur’an dan Hadis
وَأْتَمِرُوا بَيْنَكُمْ بِمَعْرُوفٍ
"Dan berundinglah di antara kamu (tentang segala sesuatu) dengan baik." (QS. At-Talaq [65]: 6
خِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya." (HR. Tirmidzi) (Catatan: Bentuk terbaik dalam berinteraksi adalah dengan mendengarkan saran dan pendapat mereka sebagaimana Rasulullah SAW sering meminta pendapat istri-istri beliau).
3. Pelajaran dan Pesan
Rumah tangga bukanlah sistem diktator di mana satu suara membungkam suara lainnya. Al-Qur'an menggunakan kata I'timaru—sebuah kata yang menunjukkan kesalingan. Pesan moralnya adalah: Jangan merasa terlalu tinggi untuk menerima nasihat dari istrimu, dan jangan merasa terlalu rendah untuk memberikan saran kepada suamimu. Kehebatan seorang lelaki terlihat dari seberapa besar ia menghargai pemikiran istrinya, dan kemuliaan seorang wanita terlihat dari caranya menyampaikan saran tanpa merendahkan wibawa suaminya.
Teringatlah kita pada peristiwa Hudaibiyah. Saat itu, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk menyembelih kurban dan mencukur rambut, namun para sahabat terdiam karena kesedihan yang mendalam. Rasulullah kemudian masuk ke tenda dan berunding dengan istrinya, Ummu Salamah. Ummu Salamah memberikan saran yang sangat cerdas: "Ya Rasulullah, keluarlah dan sembelihlah kurbanmu serta cukurlah rambutmu tanpa bicara pada siapa pun." Rasulullah mengikuti saran istrinya, dan seketika para sahabat pun mengikuti beliau. Sejarah mencatat, sebuah krisis besar selesai karena seorang nabi yang mulia mau "berunding" dan menerima saran dari istrinya.
Suami dan istri itu ibarat dua tangan yang sedang mencuci. Tangan kanan membersihkan tangan kiri, dan tangan kiri membersihkan tangan kanan. Tidak mungkin tangan kanan bisa bersih sempurna tanpa bantuan tangan kiri, begitu pun sebaliknya. Berunding adalah proses saling membersihkan debu-debu kesalahan dan saling melengkapi kekurangan. Jika satu tangan kaku dan tak mau digerakkan, maka proses pembersihan itu tidak akan pernah sele
Seorang suami berkata dengan bangga, "Di rumah saya, saya adalah pengambil keputusan tunggal! Istri saya tidak boleh protes." Temannya bertanya, "Wah, hebat! Keputusan apa saja yang sudah kamu buat?" Suami itu menjawab, "Saya memutuskan bahwa hari ini matahari terbit dari timur dan besok air laut tetap asin! Kalau urusan mau makan apa, uang belanja berapa, dan sekolah anak di mana, itu saya serahkan ke istri saya lewat jalur 'perundingan ketat'!" Hikmahnya: Jangan gengsi mengaku bahwa keputusan istri seringkali lebih jeli dalam urusan detail rumah tangga. Berundinglah, maka hidupmu akan lebih tenang.
3. Kesimpulan dan Penutup
Saudara dan saudari yang berbahagia, Al-Qur'an mengajari kita untuk Saling Berunding. Hilangkan kata "Aku" dan "Kamu", ganti dengan "Kita". Jadikan nasihat pasangan sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Jika kita mau duduk bersama, saling mendengar, dan saling memberi saran dengan cara yang Ma'ruf, maka tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Karena di dalam perundingan yang baik, di situ pulalah rahmat Allah turun.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Abu Sultan Al-Qadrie