Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
1. Mukaddimah
Secara psikologis, kehadiran fisik seorang suami di rumah adalah emotional anchor (jangkar emosional) bagi seorang istri. Ketika suami hadir dan meluangkan waktu, hormon oksitosin—hormon cinta dan ketenangan—akan meningkat pada diri istri. Rumah yang hanya diisi harta tanpa kehadiran raga, akan terasa seperti hotel yang dingin. Kehadiranmu, wahai suami, adalah nutrisi bagi kewarasan jiwanya. Jangan biarkan istrimu merasa "yatim" padahal suaminya masih ada, hanya karena engkau terlalu sibuk mengejar dunia hingga lupa jalan pulang.
Dalil Al-Qur'an dan Hadis :
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang..." (QS. Ar-Rum: 21)
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku." (HR. Tirmidzi)
2. PeLajaran dan Pesan
Nafkah bukan hanya soal angka di rekening, tapi juga soal angka di jam dinding. Memberi waktu adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap akad nikah. Istrimu tidak dinikahi oleh perusahaanmu atau klienmu; dia dinikahi olehmu. Berikan dia hak untuk merasa dimiliki, bukan sekadar merasa dibiayai.
Pernah ada seorang istri yang ditanya, "Apa hadiah terindah dari suamimu?" Ia tidak menjawab perhiasan atau tas mewah. Ia menangis dan menjawab, "Hadiah terindah adalah saat dia meletakkan ponselnya, menatap mataku, dan mendengarkan ceritaku tentang betapa lelahnya aku mengurus rumah hari ini, lalu dia tersenyum dan berkata: 'Terima kasih ya, Sayang'." Terkadang, telinga yang mendengar lebih berharga daripada tangan yang memberi belanja.
Bayangkan sebuah tanaman yang mahal di dalam pot yang indah. Engkau memberinya pupuk paling mahal (harta), tapi engkau meletakkannya di gudang yang gelap tanpa sinar matahari (perhatian). Lama-kelamaan, tanaman itu akan layu, bukan karena kurang gizi, tapi karena kurang cahaya. Kehadiranmu adalah cahaya bagi "tanaman" di rumahmu. Tanpa cahaya, keindahan itu akan sirna.
Wahai para suami, ingatlah! Istrimu itu manusia, bukan CCTV rumah yang cuma dipantau dari jauh. Kalau engkau pulang cuma untuk numpang tidur, apa bedanya rumahmu dengan kos-kosan? Jangan sampai nanti istrimu bikin pengumuman di media sosial: "Dicari, suami saya. Ciri-cirinya: Jarang terlihat, hobi cari uang, tapi kalau pulang cuma hafal password Wi-Fi." Lucu memang, tapi kalau kejadian beneran, itu namanya tragedi!
3. Kesimpulan dan Penutup
Saudara dan saudari yang berbahagia , kesuksesan sejati seorang laki-laki tidak diukur dari seberapa tinggi jabatannya di kantor, tapi dari seberapa tenang istrinya saat duduk di sampingnya. Luangkan waktu, makanlah bersama meski hanya sekali sehari. Tatap matanya, dengarkan keluh kesahnya. Jangan biarkan dia merasa kesepian dalam keramaian rumah tangga.
Semoga Allah melembutkan hati kita untuk selalu menghargai waktu bersama keluarga. Karena pada akhirnya, saat kita tua nanti, bukan rekan bisnis yang akan menemani di kursi roda, melainkan istri yang hari ini kita bahagiakan.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Abu Sultan Al-Qadrie