Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
1. Mukaddimah
Pernahkah kita merenung mengapa Allah menyandingkan penyebutan penciptaan langit dan bumi dengan penciptaan pasangan hidup? Secara filosofis dan linguistik, ini adalah isyarat bahwa keluarga bukanlah sekadar ikatan sosiologis, melainkan sebuah "Sistem Kosmik Kecil". Sebagaimana planet-planet beredar pada orbitnya dengan harmoni yang presisi, demikian pula suami dan istri diciptakan untuk berotasi dalam orbit kasih sayang. Jika orbit ini dijaga, maka akan lahir energi ketenangan yang luar biasa. Pernikahan adalah cara Tuhan menciptakan "langit yang teduh" di dalam rumah kita, di tengah dunia yang seringkali terasa panas dan kacau.
Dalil Al-Qur’an dan Hadis
Allah Swt. berfirman mengenai kesetaraan tanda kebesaran-Nya dalam pernikahan:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْواجاً لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang." (QS. Ar-Rum: 21)
Rasulullah Saw. bersabda mengenai indahnya kedamaian dalam rumah tangga:
أَلَا أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ؟ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ
"Maukah kuberitahukan kepadamu simpanan terbaik seseorang? Yaitu istri yang salihah, jika suaminya memandangnya, ia menyenangkannya (memberi ketenangan)." (HR. Abu Dawud)
2. Pelajaran dan Pesan
Hargailah pasanganmu bukan hanya karena ia adalah manusia, tetapi karena ia adalah "Ayat (Tanda Kebesaran) Allah" yang dikirimkan langsung ke hidupmu. Mengabaikan pasangan sama saja dengan menutup mata dari keagungan alam semesta. Kesuksesan sejati bukan saat engkau mampu menaklukkan dunia, tapi saat engkau mampu menciptakan Sakinah di bawah atap rumahmu sendiri.
Di masa senja hidupnya, seorang kakek setiap hari duduk di taman sambil menyisir rambut istrinya yang sudah pikun dan tak lagi mengenalinya. Ketika ditanya, "Kenapa Anda masih melakukannya padahal ia tak tahu siapa Anda?" Kakek itu menjawab dengan mata berkaca-kaca, "Dia memang tidak tahu siapa saya, tapi saya sangat tahu siapa dia. Dia adalah separuh napas saya yang dikirim Tuhan untuk menemani perjalanan panjang saya." Inilah wujud Rahmah (kasih sayang) yang melampaui logika fisik.
Pria dan wanita itu ibarat "Matahari dan Bulan". Matahari (Pria) memberikan energi, perlindungan, dan cahaya yang kuat. Bulan (Wanita) memantulkan cahaya itu dengan lembut, memberikan ketenangan di kegelapan malam. Keduanya tidak serupa (Laysa Mutasyabihīn), namun mereka saling melengkapi (Takamul). Jika Matahari mencoba menjadi Bulan, atau Bulan bersaing menjadi Matahari, maka sistem kosmos rumah tangga akan hancur. Keindahan terjadi karena mereka berbeda.
Seorang suami berkata pada istrinya, "Sayang, di ayat Al-Qur'an dibilang pria dan wanita itu diciptakan agar saling cenderung. Tapi kok aku cenderungnya pengen beli PS5 terus ya?" Istrinya menjawab sambil tersenyum manis, "Betul Mas, itu namanya Mawaddah (gairah), tapi jangan lupa pilar ketiganya yaitu Rahmah (belas kasih). Tolong belas kasihilah dompet kita agar kita tetap bisa makan besok!" Hikmahnya: Keseimbangan antara keinginan pribadi dan kebutuhan bersama adalah kunci agar orbit rumah tangga tetap stabil.
3. Kesimpulan dan Penutup
Saudara dan saudari yang berbahagia , Pernikahan adalah kontrak suci dengan tujuan kosmik: menciptakan ketenangan (Sakinah) melalui percikan cinta (Mawaddah) dan kedalaman kasih sayang (Rahmah). Jangan menuntut pasanganmu untuk menjadi "sama" denganmu, karena kekuatan keluarga terletak pada perbedaan fungsional yang saling melengkapi. Jadikan rumahmu sebagai galaksi kecil yang penuh cahaya Tuhan.
Semoga Allah mengikat hati kita dalam harmoni kosmos-Nya. Amin.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Abu Sultan Al-Qadrie