Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
1. Mukaddimah
Dalam tinjauan psikologi spiritual, sebuah hubungan bukan hanya interaksi dua raga, melainkan sinkronisasi dua energi jiwa. Secara ilmiah, ketenangan batin (homeostasis spiritual) terjadi ketika perilaku seseorang selaras dengan nilai-nilai moral yang diyakininya. Saat suami atau istri tetap dalam ketaatan, jiwa mereka memancarkan gelombang ketenangan yang saling menguatkan. Namun, ketika maksiat masuk, terjadi "noise" atau gangguan frekuensi yang merusak harmoni. Jadi, menjaga idealisme keluarga bukan soal materi semata, tapi soal menjaga kebersihan jiwa agar tetap "satu frekuensi" dalam keberkahan Allah.
Dalil Al-Qur’an dan Hadis
مَا تَوَادَّ اثْنَانِ فَفَرِّقَ بَيْنَهُمَا إِلَّا بِذَنْبٍ يُحْدِثُهُ أَحَدُهُمَا
"Tidaklah dua orang saling mengasihi lalu dipisahkan (antara keduanya), melainkan karena dosa yang dilakukan salah satunya." (HR. Ahmad)
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
"Dan bergaullah dengan mereka secara patut (baik)." (QS. An-Nisa [4]: 19)
2. Pelajaran dan Pesan
Kesetiaan dalam Islam tidak hanya berarti tidak adanya orang ketiga, tetapi juga tentang kesetiaan pada perintah Allah. Masalah dalam rumah tangga seringkali bukan bermula dari perbedaan pendapat, melainkan dari memudarnya ketaatan. Ketika kita bermaksiat kepada Allah di luar rumah, Allah bisa saja mencabut rasa cinta pasangan kita di dalam rumah. Menjaga perintah Allah adalah cara terbaik menjaga pasangan kita.
Pernahkah Anda mendengar kisah seorang suami yang tiba-tiba merasa istrinya tampak "pahit" di matanya? Ia datang kepada seorang ulama dan mengeluh. Ulama itu bertanya, "Apakah kamu baru saja memandang wanita yang haram bagimu?" Suami itu tertunduk dan mengaku ya. Ulama itu berkata, "Dosamu telah menghalangi cahaya wajah istrimu dari matamu." Ketika suami itu bertaubat nasuha, keajaiban terjadi. Saat pulang, ia melihat istrinya jauh lebih cantik dan mulia dari sebelumnya. Ternyata, yang rusak bukan wajah sang istri, tapi "lensa hati" sang suami yang tergores dosa.
Keluarga itu ibarat sebuah tanaman di dalam pot yang sama. Ketaatan kepada Allah adalah air dan sinar matahari yang membuat mereka tumbuh bersama menuju langit. Namun, dosa adalah hama yang masuk secara diam-diam. Jika salah satu sisi tanaman terkena hama dan tidak segera diobati, akarnya akan membusuk, dan perlahan mereka akan terpisah meski berada di pot yang sama. Rawatlah akarnya dengan taubat, maka dahannya akan saling berangkulan.
Ada suami istri yang sedang bertengkar hebat, lalu sang suami berkata, "Aku heran, kenapa dulu pas pacaran kita jarang berantem ya?" Istri menjawab dengan santai, "Dulu kan setan cuma satu tugasnya: menyatukan kita dalam kemaksiatan. Sekarang kita sudah nikah, setannya jadi satu tim sepak bola, tugasnya cuma satu: bikin kita cerai!" Hikmahnya: Kalau kita sering berantem untuk urusan sepele, jangan-jangan kita sedang memberi skor cuma-cuma untuk tim setan. Yuk, balik ke "tim Allah" lagi!
3. Kesimpulan dan Penutup
Saudara dan saudari yang berbahagia , pertemuan kita dengan pasangan adalah keniscayaan, namun kebersamaan sampai ke Surga adalah perjuangan ketaatan. Jika hari ini rumah tanggamu terasa gersang, jangan buru-buru menyalahkan pasangan. Periksalah, jangan-jangan ada maksiat yang sedang memisahkan hati kalian. Kembalilah kepada Allah, istiqamahlah dalam Ma'ruf, maka Allah akan menyatukan kembali hati yang mulai menjauh.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Abu Sultan Al-Qadrie