Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir- Rahmanir-Rahim
1. Pembukaan
Sahabat yang dicintai Allah, mari kita bayangkan sebuah kota metropolitan yang super megah. Gedung-gedungnya menjulang tinggi, mobil-mobil mewah berseliweran, dan teknologinya luar biasa canggih. Namun, bayangkan jika di kota itu tidak ada satu pun dokter atau rumah sakit. Apa yang terjadi? Ketika wabah penyakit menyerang, kota megah itu akan berubah menjadi kuburan massal dalam sekejap.
Secara ilmiah dan spiritual, hukum ini berlaku mutlak bagi jiwa manusia. Ilmu agama adalah poros utama kehidupan Islam. Ia adalah kunci sukses di dunia, jaminan keselamatan di akhirat, dan jembatan kokoh yang menghubungkan keduanya. Jika sebuah kota atau bangsa tidak lagi memiliki ulama atau ahli hukum syariat, maka penduduk di kota tersebut sejatinya sedang mengalami sakit ruhani yang parah, bahkan perlahan mati dalam kegelapan moral.
Hal ini disinggung oleh Allah SWT di dalam Al-Qur'an, bahwa harus ada sekelompok orang yang fokus menjaga poros ilmu ini:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS. At-Tubah: 122)
Urgensi mutlak ini dipertegas oleh Rasulullah SAW dalam sabda beliau mengenai bahayanya sebuah peradaban yang kehilangan ulama:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan melenyapkannya dari dada manusia, tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama. Hingga ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Ketika mereka ditanya, mereka memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Pelajaran dan Pesan
Pesan berharga untuk kita adalah: mengejar dunia tanpa ilmu agama adalah bentuk bunuh diri spiritual. Sukses finansial tanpa kompas syariat hanya akan melahirkan keserakahan. Kita butuh ulama bukan hanya saat kita mati untuk menyalatkan jenazah kita, tapi kita butuh mereka setiap detik saat kita hidup agar tahu caranya menjadi manusia yang selamat.
Ada sebuah catatan sejarah yang sangat menyayat hati ketika daerah Andalusia (Spanyol modern) jatuh dan runtuh. Selama ratusan tahun Islam berjaya di sana dengan ilmu. Namun, di akhir fasenya, penguasa dan masyarakatnya mulai menjauhi ulama, mengabaikan hukum agama, dan sibuk bermegah-megah dengan harta. Ketika para ulama diusir, dipenjara, dan madrasah-madrasah ditutup, moral masyarakatnya runtuh seketika.
Hanya dalam hitungan generasi, anak-cucu mereka tidak tahu lagi cara berwudhu, lupa cara shalat, bahkan tidak mengenali nama Allah. Sebuah kota yang dulunya penuh cahaya ilmu, berubah menjadi kota yang mati ruhaninya. Mereka hidup, fisiknya berjalan, tapi iman di dada mereka telah punah karena hilangnya para penjaga ilmu. Sungguh, itu adalah kematian yang paling menyedihkan.
Supaya kita bisa tersenyum tapi mikir, mari kita analogikan ilmu agama ini seperti Aplikasi Google Maps atau GPS di handphone kita.
Bayangkan Anda mau pergi ke sebuah tempat yang belum pernah Anda kunjungi di luar kota, malam-malam, hujan lebat, jalanannya berliku dan di tepi jurang. Karena Anda merasa hebat, Anda matikan GPS dan Anda buang semua papan penunjuk jalan di sepanjang jalan (ini ibarat hidup tanpa bimbingan ulama).
Anda ngebut karena mobil Anda sport mewah (ini ibarat sukses dunia). Pas tikungan tajam, Anda lurus terus karena tidak tahu jalannya. Apa yang terjadi? Mobil mewah Anda langsung terjun bebas ke jurang! Pas jatuh, Anda baru nyesel, "Aduh, tahu gitu tadi saya pakai GPS!"
Nah, kota tanpa ulama itu persis seperti kumpulan sopir yang nekat jalan malam-malam tanpa GPS dan tanpa lampu sorot. Keren sih mobilnya, tapi tinggal nunggu waktu aja buat masuk jurang bareng-bareng. Lucu tapi tragis, kan?
3. Kesimpulan dan Penutup
Sahabat sekalian, kesimpulannya adalah ilmu di segala lini bukan sekadar pilihan hidup, melainkan sebuah kebutuhan mutlak. Ulama dan ahli hukum agama adalah dokter-dokter ruhani yang menjaga warisan Rasulullah agar hati kita tidak mati dan busuk oleh racun-racun dunia.
Maka, mari kita hidupkan kembali majelis-majelis ilmu. Jadikan gadget kita sarana untuk mendekat kepada fatwa para ulama yang lurus. Jangan biarkan lingkungan kita, keluarga kita, atau kota kita menjadi kota yang "mati" secara spiritual hanya karena kita terlalu sibuk mengejar harta dan melupakan ilmu yang menuntun kita ke surga.
. والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Abu Sultan Al-Qadrie