Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

1. Mukaddimah

Secara psikologis, fondasi utama dalam pernikahan adalah trust (kepercayaan) dan safety (rasa aman). Ketika salah satu pasangan mulai menunjukkan gelagat tamak—apalagi menekan pasangan untuk menyerahkan harta pribadinya—maka rasa aman itu akan runtuh seketika. Hubungan yang tadinya berlandaskan cinta bergeser menjadi transaksi materi. Jiwa yang haus akan harta tidak akan pernah tenang; ia akan selalu merasa kurang. Padahal, kekayaan sejati dalam rumah tangga adalah ketika dua insan merasa cukup dengan kehadiran satu sama lain, sehingga harta hanyalah pelengkap, bukan tujuan utama yang merusak kemuliaan pasangan.

Dalil Al-Qur'an dan Hadis :

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ

"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan." (QS. An-Nisa: 32)

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

"Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan yang hakiki adalah kekayaan jiwa." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Pelajaran dan Pesan

Harta warisan istri adalah hak prerogatifnya, begitu pula harta pribadi suami. Meminta dengan memaksa atau memanfaatkan posisi sebagai pasangan untuk menguasai harta yang bukan milik kita adalah bentuk pengkhianatan terhadap akad pernikahan. Ingatlah, kehormatan seorang suami terletak pada keningnya yang berkeringat saat mencari nafkah, bukan pada tangannya yang menengadah meminta harta warisan istrinya.

Ada kisah seorang istri yang menerima warisan milyaran rupiah. Suaminya, seorang guru sederhana, tidak pernah sekalipun bertanya tentang uang itu. Suatu hari si istri bertanya, "Kenapa engkau tidak pernah meminta uangku untuk mengganti mobilmu yang sudah tua?" Sang suami menjawab lembut, "Uang itu adalah kenangan dari orang tuamu untukmu. Biarlah ia menjadi jaminan keamananmu kelak jika aku tiada. Tugasku adalah mencukupimu dengan tanganku sendiri, bukan hidup dari pemberianmu." Sang istri menangis, merasa cintanya jauh lebih mahal daripada warisan yang ia miliki.

Rumah tangga itu ibarat sebuah perahu. Harta adalah air di bawahnya. Selama air itu berada di bawah perahu, ia akan menopang perahu untuk berlayar. Namun, jika ketamakan masuk ke dalam hati, itu ibarat air yang mulai masuk ke dalam lambung perahu. Sekaya apa pun perahu itu, jika air masuk ke dalam (hati), perahu itu perlahan akan karam dalam perselisihan. Jangan biarkan "air materi" menenggelamkan perahu cintamu.

Ada suami yang kalau lihat saldo rekening istri langsung mendadak jadi ahli tafsir dadakan. Dalilnya selalu "Kita kan sudah menjadi satu daging, jadi ATM-mu adalah ATM-ku juga." Giliran bayar cicilan atau tagihan listrik, tafsirnya berubah lagi: "Laki-laki itu pemimpin, tapi dompet itu urusan masing-masing." Lucu ya? Ingat Pak, istri itu makmum dalam salat, bukan sumber donatur tetap untuk hobi kita!

3. Kesimpulan dan Penutup

Saudara dan saudari yang berbahagia , ketamakan adalah virus yang perlahan tapi pasti akan membunuh rasa hormat di antara suami istri. Hubungan yang dibangun di atas mata duitan akan berakhir dengan air mata kesedihan. Mari kita kembalikan fungsi rumah tangga sebagai tempat bernaung yang suci, di mana kita saling menjaga hak, bukan saling merampas milik. Cukupkan diri dengan yang halal, dan muliakan pasangan dengan ketulusan.

والله أعلم بالصواب

الحمد لله رب العالمين

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Abu Sultan Al-Qadrie