Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir-Rahmanir- Rahim
1. Mukaddimah
Sahabat religius yang dicintai Allah, secara psikologis, setiap individu membawa "bagasi" karakter, kebiasaan, dan luka masa lalu yang berbeda ke dalam sebuah pernikahan. Secara ilmiah, hubungan yang langgeng bukanlah hubungan yang tanpa konflik, melainkan hubungan yang memiliki kemampuan repairing atau pemulihan yang cepat. Kemampuan untuk memaafkan dan melupakan kesalahan kecil pasangan bertindak sebagai "pelumas" emosional yang mencegah terjadinya gesekan batin kronis. Jiwa yang sehat adalah jiwa yang tidak menyimpan dendam, karena menyimpan kesalahan pasangan ibarat menimbun racun dalam pikiran sendiri.
2. Uraian
Dalil Al-Qur’an & Hadis
A. Ayat Al-Qur'an (Tentang Sifat Pemaaf):
وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ
Artinya: "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?" (QS. An-Nur: 22)
B. Sabda Rasulullah SAW (Tentang Memandang Sisi Baik Pasangan):
لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci seorang mukmin perempuan (istrinya). Jika ia tidak suka satu perangainya, ia pasti akan ridha dengan perangainya yang lain." (HR. Muslim)
3. Pelajaran dan Pesan
Pernikahan bukan tentang menemukan seseorang yang sempurna, melainkan tentang belajar melihat ketidaksempurnaan dengan cara yang indah. Bawalah "penghapus" di setiap langkah pernikahanmu. Hapuslah kesalahan kecilnya, lupakan kata-kata kasarnya saat ia sedang lelah, dan bersihkan noda egomu. Jika lembaran pernikahan terus diisi dengan coretan kekecewaan tanpa pernah dihapus, maka dalam waktu singkat, buku kehidupanmu akan menjadi gelap dan tak terbaca lagi.
Bayangkan sepasang kakek dan nenek yang merayakan ulang tahun pernikahan ke-50. Sang cucu bertanya, "Kek, apa rahasianya bisa bertahan selama ini?" Sang kakek tersenyum sambil memandang istrinya dan berkata, "Nak, setiap kali Nenekmu melakukan sesuatu yang membuat Kakek marah, Kakek segera mengambil 'penghapus doa' di sujud Kakek. Kakek hapus rasa kesal itu sebelum matahari terbenam. Dan Nenekmu pun melakukan hal yang sama."
Si nenek menimpali, "Benar, Nak. Kami tidak punya memori yang kuat untuk menyimpan dendam, tapi kami punya cinta yang sangat besar untuk selalu memulai lembaran baru setiap pagi." Keteguhan untuk saling menghapus luka inilah yang membuat cinta mereka tetap suci hingga rambut memutih.
Hidup berumah tangga ibarat menggambar di atas selembar kertas putih besar. Pasanganmu terkadang salah menarik garis, atau warnanya tidak sesuai keinginanmu. Jika kamu hanya fokus meratapi garis yang salah itu, gambarmu akan berantakan. Ambillah penghapus, bersihkan bagian yang keliru itu, lalu gambar kembali dengan warna yang lebih indah. Pernikahan yang bahagia bukanlah kertas yang tidak pernah salah coret, tapi kertas yang selalu dibersihkan dengan kasih sayang.
Kita ini terkadang lucu. Kita ingat semua kesalahan pasangan dari zaman "zaman purba" sampai tadi pagi. Kalau bertengkar sedikit, semua file kesalahan tahun lama diungkit lagi seolah-olah kita ini komputer dengan hard disk kapasitas tak terbatas. Kita ingin pasangan kita jadi "malaikat", padahal kita sendiri sering jadi "anak rewel" yang hobinya ngambek. Ingat ya, kalau mau awet muda dan awet cinta, buang jauh-jauh daftar "dosa" pasanganmu. Lebih baik kita sibuk menghapus kesalahan orang lain daripada Allah nanti yang terus menghapus nama kita dari daftar penerima rahmat-Nya!
4. Kesimpulan dan Penutup
Saudara-saudari terkasih, siapkanlah penghapus di saku pernikahanmu. Jangan biarkan kegelapan menguasai halaman hidupmu hanya karena satu atau dua kesalahan kecil. Jadilah pemaaf, karena dengan memaafkan, sesungguhnya engkau sedang melapangkan jalanmu sendiri menuju Surga.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Wassalamu’alaikum Warahmaullahi Wabarakatuh.
ِAbu Sultan Al-Qadrie