Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir- Rahmanir-Rahim
1. Mukaddimah
Secara epistemologi, pengetahuan manusia bersifat parsial dan temporal—sangat terbatas oleh ruang dan waktu. Secara ilmiah pun, otak manusia dipengaruhi oleh bias kognitif dan kepentingan pribadi (self-interest bias). Inilah alasan mengapa undang-undang buatan manusia bersifat dinamis; apa yang dianggap benar hari ini, bisa dicabut esok hari karena terbukti cacat.
Namun, ketika kita berbicara tentang Hukum yang "Diturunkan", kita berbicara tentang perspektif dari "Atas"—dari Sang Pencipta yang Maha Tahu tanpa batas. Mengikuti hukum Tuhan bukanlah sebuah pengekangan, melainkan penggunaan "Manual Book" yang paling akurat bagi jiwa kita. Dengan bersandar pada sistem yang tidak akan pernah menipu atau memihak, hormon stres dalam diri akan berkurang karena jiwa merasa aman dalam naungan keadilan yang absolut.
Dalil Al-Qur'an dan Hadis:
A. Mengenai Kesempurnaan Wahyu
كِتٰبٌ اُنْزِلَ اِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِيْ صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنْذِرَ بِهٖ وَذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
“[Ini adalah] Kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada keraguan di dalam hatimu mengenainya—agar kamu dapat memberi peringatan dan sebagai pengingat bagi orang-orang beriman.”(QS. Al-A'raf: 2)
B. Mengenai Jalan Allah yang Lurus
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
"Aku tinggalkan di tengah kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya."
(HR. Malik)
2. Uraian
Hukum Tuhan itu ibarat "Lampu Mercusuar" di tengah samudra yang gelap. Kapal-kapal (manusia) mungkin mencoba membuat lampu sendiri di atas geladak mereka, namun lampu itu hanya bisa menerangi jarak beberapa meter dan mudah padam diterjang badai. Tanpa mercusuar yang berdiri kokoh di atas karang (wahyu dari atas), kapal-kapal itu akan saling bertabrakan atau hancur menghantam karang. Mercusuar tidak mengikuti arah kapal, tapi kapallah yang harus mengikuti cahaya mercusuar agar selamat sampai ke pelabuhan.
Kita pun sering terjebak dalam kelucuan perilaku. Kita terkadang protes dan menganggap aturan Tuhan "terlalu kaku", padahal di saat yang sama kita sangat patuh pada aturan lalu lintas buatan manusia yang seringkali membingungkan. Kita lebih takut terkena tilang polisi daripada "terkena tilang" malaikat. Kita bangga mengikuti tren hukum dunia yang terus direvisi, padahal itu seperti memakai baju yang kekecilan lalu dipaksa dijahit ulang terus-menerus. Bukankah jauh lebih menenangkan memakai "baju" dari Sang Penjahit Alam Semesta yang ukurannya pas untuk setiap jiwa manusia hingga akhir zaman?
3. Pelajaran dan Pesan
Ada beberapa pesan moral mendalam yang dapat kita ambil dari penerapan hukum Tuhan dalam kehidupan:
Keadilan Universal: Hanya hukum Allah yang bersifat universal, adil untuk si kaya maupun si miskin, penguasa maupun rakyat jelata, tanpa memandang golongan atau budaya.
Kebebasan Sejati: Kebebasan yang sesungguhnya adalah saat kita tidak lagi menjadi budak dari aturan manusia yang berubah-ubah sesuai kepentingan, melainkan menjadi hamba dari Pencipta yang Maha Adil.
Martabat Kemanusiaan: Hukum Tuhan turun bukan untuk merampas kesenangan, melainkan untuk menjaga martabat manusia. Sejarah membuktikan bagaimana wahyu cahaya mengangkat derajat wanita, melindungi yatim piatu, dan menghapus kasta yang menindas.
Kepastian Hidup: Menggunakan Al-Qur'an sebagai kompas memberikan arah yang jelas di tengah ketidakpastian dunia, sehingga keraguan tidak lagi menyelimuti dada.
4. Kesimpulan dan Penutup
Saudara-saudariku terkasih, bersyukurlah karena kita memiliki Al-Qur'an sebagai kompas abadi. Manusia mungkin sangat pintar dalam menemukan teknologi, namun manusia seringkali gagal dalam mengatur jiwanya sendiri tanpa bimbingan wahyu.
Jangan biarkan keraguan menyelinap di dada saat menjalankan perintah-Nya. Mari kita kembali ke jalan yang lurus, jalan yang telah dirancang oleh Pencipta langit dan bumi demi ketenangan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat kelak. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah kita agar tetap teguh di atas syariat-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Abu Sultan Al-Qadrie