"Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)."
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Salah satu bukti kenabian Nabi Muhammad ﷺ:
Wahai saudara-saudaraku yang mulia, pada abad ke-18 ketika dunia Barat mulai meraba jalan ilmu pengetahuan dan setelah mikroskop ditemukan, para ilmuwan meyakini bahwa manusia hanya tercipta dari sperma laki-laki saja. Kemudian teori ini dibantah, dan mereka meyakini hal lain: bahwa anak hanya tercipta dari sel telur wanita saja, sedangkan sperma laki-laki hanyalah perangsang baginya. Para ilmuwan pada abad ke-17 dan 18 terus terombang-ambing dalam berbagai teori.
Sementara itu, Nabi ﷺ ditanya empat belas abad yang lalu oleh seorang pria: "Dari apakah manusia diciptakan?" Beliau menjawab—dan ini adalah hadis sahih yang dianggap sebagai bukti kenabian beliau: "Dari keduanya ia diciptakan."
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdullah, ia berkata:
"Seorang Yahudi melewati Rasulullah ﷺ saat beliau sedang berbicara dengan para sahabatnya. Kaum Quraisy berkata: 'Wahai Yahudi, orang ini mengaku sebagai nabi.' Yahudi itu menjawab: 'Aku akan bertanya kepadanya tentang sesuatu yang tidak diketahui kecuali oleh seorang nabi.' Ia pun duduk dan bertanya: 'Wahai Muhammad, dari apa manusia diciptakan?' Beliau menjawab: 'Wahai Yahudi, dari keduanya ia diciptakan; dari sperma laki-laki dan sel telur wanita. Adapun sperma laki-laki itu kental, darinya terbentuk tulang dan saraf. Adapun sel telur wanita itu halus, darinya terbentuk daging dan darah.' Yahudi itu pun berdiri dan berkata: 'Demikianlah yang dikatakan oleh para nabi sebelummu.'"
Begitulah jawaban Nabi ﷺ. Kalian semua tahu bahwa ilmu modern menunjukkan bahwa dalam satu kali pertemuan, laki-laki mengeluarkan lebih dari 300 juta sel sperma, namun hanya satu sel yang membuahi sel telur. Rasulullah ﷺ juga ditanya tentang hal ini (terkait azal atau senggama terputus), beliau menjawab: "Tidak semua air (mani) menjadi anak, dan jika Allah hendak menciptakan sesuatu darinya, tidak ada yang dapat menghalanginya." Bukankah beliau adalah utusan Allah? Apakah data pada zaman itu cukup untuk mengetahui fakta-fakta ini?
Apa itu "Tempat yang Kokoh" (Al-Qarar al-Makin)?
Di mana letaknya, mengapa dinamakan demikian, apa yang mengelilingi janin di rahim, dan apa fungsinya?
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)." (QS. Al-Mu'minun: 12-13).
Tempat yang kokoh adalah Rahim. Ia terletak tepat di titik pusat geometris tubuh wanita. Jika ditarik garis vertikal dan horizontal di tengah tubuh, rahim berada di titik potong keduanya. Makna kedua, mengapa disebut قَرار (tempat menetap/kokoh)? Karena rahim mengeluarkan zat perekat sehingga ketika sel telur yang telah dibuahi sampai ke rahim, ia menempel di dindingnya. Rahim menjadi tempat menetap baginya, bukan sekadar jalan lewat. Selain itu, rahim memiliki pembuluh darah yang sangat melimpah untuk memberi nutrisi bagi sel telur yang membelah dengan kecepatan tertinggi dalam tubuh manusia.
Hal lainnya: Janin ini terbungkus selaput tipis yang menggantung di bagian atas rahim, sehingga tidak terbentur dinding rahim. Lebih dari itu, janin dikelilingi oleh cairan yang menyerap segala guncangan. Bayangkan: janin dalam selaput tipis, selaput menggantung di atas, dikelilingi cairan peredam, dan rahim itu sendiri menggantung di panggul dengan ikatan ligamen ke berbagai sisi panggul. Rahim mengapung, janin mengapung, dan ada cairan di antaranya. Semua penjelasan ini tercakup dalam firman-Nya: "dalam tempat yang kokoh."
Beberapa ahli anatomi mengatakan: Tulang panggul wanita adalah tulang terkeras pada manusia guna menahan benturan demi melindungi rahim.
Allah Ta'ala berfirman:
وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ
(Begitu juga ada tanda-tanda kebesaran-Nya pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikannya ? ( Az-Zariyat : 21 )
سَنُرِيْهِمْ اٰيٰتِنَا فِى الْاٰفَاقِ وَفِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَقُّ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar..." (QS. Fussilat: 53).
Artinya, Al-Quran adalah mukjizat abadi. Setiap kali ilmu pengetahuan maju, ia menyingkap sisi mukjizat ilmiahnya.
Kesimpulan
Berdasarkan teks di atas, dapat ditarik beberapa poin utama:
- Keselarasan Wahyu dan Sains: Teks ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ telah menjelaskan proses pembuahan (bahwa manusia tercipta dari perpaduan unsur laki-laki dan perempuan) jauh sebelum ilmu pengetahuan modern menemukannya melalui mikroskop.
- Kebenaran Kenabian: Jawaban Nabi ﷺ yang akurat terhadap pertanyaan rabi Yahudi dan fakta bahwa tidak semua sperma menghasilkan janin merupakan bukti bahwa beliau menerima wahyu dari Tuhan, bukan berdasarkan pengetahuan zamannya.
- Mukjizat Istilah "Al-Qarar al-Makin": Istilah Al-Quran untuk rahim ("tempat yang kokoh") terbukti secara anatomis karena letaknya di pusat gravitasi tubuh, sistem penggantungan (ligamen) yang fleksibel, dan adanya cairan ketuban sebagai peredam guncangan (shock absorber).
- Perlindungan Maksimal: Allah merancang rahim dengan sistem perlindungan berlapis (tulang panggul yang keras, cairan ketuban, dan posisi menggantung) untuk memastikan kelangsungan hidup janin.
- Al-Quran sebagai Mukjizat Abadi: Kemajuan sains tidak membantah Al-Quran, melainkan justru memperjelas dan membuktikan kebenaran ayat-ayatnya tentang penciptaan manusia.
Abu Sultan Al-Qadrie