Arsitektur Ilahi dalam Tubuh Manusia : Penciptaan Penglihatan. (Perjalanan Spiritual dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki)
سَنُرِيْهِمْ اٰيٰتِنَا فِى الْاٰفَاقِ وَفِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَقُّ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" — QS. Fussilat: 53
Keajaiban Mekanisme dan Persepsi Penglihatan Manusia
Mata bukan sekadar indra penglihatan, melainkan mahakarya penciptaan yang melibatkan koordinasi fisik, kimia, dan saraf yang sangat kompleks.
1. Persepsi Tiga Dimensi (Binokular)
Kemampuan kita melihat kedalaman dan ruang (3D) adalah hasil dari penggunaan dua mata secara bersamaan.
- Fungsi: Memungkinkan kita mengukur jarak benda secara akurat.
- Perbandingan: Tanpa dua mata, dunia akan tampak datar (2D). Satu mata hanya cukup efektif untuk melihat objek dalam jarak yang sangat dekat (bersinggungan).
2. Kecepatan Transmisi Visual yang Luar Biasa
Proses pengiriman informasi dari mata ke otak terjadi hampir seketika (instan).
- Kecepatan: Gambar yang jatuh di retina dikirim ke otak dalam waktu kurang dari 1/50 detik.
- Kapasitas: Mata mampu mengirimkan hingga 50 gambar per detik untuk diterjemahkan oleh otak tanpa jeda yang disadari.
3. Ketajaman dan Struktur Mikroskopis Retina
Retina memiliki kerapatan sel yang fantastis untuk menangkap detail dan warna.
- Resolusi: Mata sehat mampu membedakan dua garis yang hanya berjarak 1/20 mm.
- Komposisi Sel: Di area retina yang sangat sempit, terdapat:
- 130 Juta Sel Batang (Rods): Berperan dalam penglihatan hitam-putih dan cahaya redup.
- 7 Juta Sel Kerucut (Cones): Berperan dalam menangkap warna dan detail objek.
4. Kejernihan Kornea dan Nutrisi Tanpa Darah
Kornea memiliki transparansi sempurna karena cara uniknya dalam mendapatkan nutrisi.
- Mekanisme Osmosis: Berbeda dengan jaringan tubuh lain, kornea tidak memiliki pembuluh darah (agar pandangan tidak terhalang "jaring" kapiler).
- Sistem Nutrisi: Sel-sel kornea mendapatkan asupan makanan melalui proses perembesan (osmosis) dari sel ke sel agar tetap bening dan jernih.
5. Adaptasi Otomatis Iris dan Lensa
Mata memiliki sistem pengaturan cahaya dan fokus yang bekerja secara otonom (tanpa disadari).
- Iris (Pupil): Berfungsi sebagai diafragma kamera; melebar saat cahaya redup dan menyempit saat cahaya kuat untuk melindungi retina.
- Lensa Kristalin: Mampu berubah bentuk (menekan, mengerut, meregang) untuk memfokuskan cahaya. Kinerja ini dibantu oleh tekanan yang terjaga dari cairan vitreous (badan bening) di dalam bola mata.
Refleksi Spiritual: Keajaiban ini ditegaskan dalam Al-Qur'an:
اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ
"Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, lidah, dan sepasang bibir?" (QS. Al-Balad: 8-9). Hal ini menunjukkan bahwa struktur mata adalah bukti nyata keagungan penciptaan Allah .
Oleh : Faisal Hasan Sufi Al-Qadrie