Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir- Rahmanir-Rahim
1. Mukaddimah
Pernahkah Anda terpikir bahwa setiap butir besi yang ada di mobil Anda, di bangunan rumah, bahkan di dalam sel darah merah Anda, sebenarnya adalah "pendatang" dari luar angkasa? Ilmu pengetahuan modern mengungkapkan fakta yang mencengangkan: Bumi kita tidak memiliki dapur yang cukup panas untuk memasak besi. Besi membutuhkan suhu fusi nuklir sebesar 5 miliar derajat Celcius, sesuatu yang hanya terjadi pada bintang raksasa.
Setelah bintang itu meledak dalam peristiwa Supernova, serpihan besinya melintasi ruang hampa jutaan tahun cahaya, lalu "turun" ke Bumi melalui hujan meteorit di masa purba. Jadi, saat Anda menggenggam sebatang besi, sebenarnya Anda sedang menggenggam bagian dari bintang-bintang di langit. Bukankah sangat romantis dan dahsyat cara Allah menyediakan fasilitas bagi kita?
2. Dalil Al-Qur’an dan Hadis
Keajaiban kosmik ini telah ditegaskan Allah SWT ribuan tahun sebelum teleskop diciptakan:
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ
"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia..." (QS. Al-Hadid: 25)
Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya bersyukur atas segala nikmat, termasuk nikmat penciptaan:
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: يَا ابْنَ آدَمَ، أَنْزَلْنَا الْمَالَ لِإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ
"Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: 'Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan harta (dan segala fasilitasnya) untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat'." (HR. Ahmad)
3. Pelajaran dan Pesan
Kata Anzala (Kami turunkan) dalam ayat tersebut mengajarkan kita tentang Rendah Hati. Besi yang begitu perkasa, yang menjadi tulang punggung peradaban, ternyata adalah hadiah "impor" dari langit. Jika benda sekuat besi saja tunduk pada skenario "penurunan" dari Allah, lantas mengapa manusia yang tercipta dari tanah seringkali merasa sombong dengan kekuasaan yang ia miliki? Kekuatan yang sejati bukan untuk menindas, melainkan untuk menegakkan keadilan, sebagaimana besi digunakan untuk membangun peradaban.
Bayangkan Bumi di masa purba, sebuah planet yang masih panas dan kosong. Lalu Allah memerintahkan meteor-meteor besi untuk menghujamnya. Besi-besi cair itu kemudian tenggelam ke pusat bumi membentuk inti yang menciptakan medan magnet. Tanpa medan magnet dari inti besi ini, atmosfir kita akan tersapu radiasi kosmik dan kehidupan tidak akan pernah ada. Allah mengirimkan "bom besi" dari langit bukan untuk menghancurkan, tapi sebagai pelindung agar kelak Anda dan saya bisa bernapas dengan tenang di permukaan bumi ini. Sebuah cinta yang dipersiapkan miliaran tahun sebelum kita lahir.
Besi dalam darah manusia (hemoglobin) itu ibarat "Kendaraan Oksigen". Tanpa besi, oksigen tidak bisa diedarkan ke otak dan seluruh tubuh. Kita akan mati lemas meski udara melimpah. Jadi, "logam langit" itu kini mengalir di pembuluh darah Anda. Setiap detak jantung Anda adalah bukti bahwa sebagian dari keajaiban langit sedang bekerja di dalam diri Anda. Anda secara biologis terhubung dengan semesta melalui izin-Nya.
Seringkali orang sombong berkata, "Saya ini kuat seperti besi!" Padahal, secara ilmiah, nomor atom besi adalah 26. Jika kita hitung kata "Al-Hadid" beserta Basmalah, posisinya tepat di urutan ke-26. Bahkan jumlah neutronnya pun sama dengan jumlah ayat dalam surah tersebut. Jadi, kalau ada orang sombong mengaku kuat seperti besi, ingatkan dia: "Besi itu diturunkan Allah untuk manfaat orang banyak, bukan untuk pamer. Lagi pula, sehebat-hebatnya besi, kalau kena air dan oksigen saja bisa karatan. Jadi jangan sampai hati kita 'karatan' karena jarang disiram dzikir!"
Keajaiban Al-Qur'an dalam menyebutkan "turunnya" besi adalah bukti mutlak bahwa kitab suci ini berasal dari Dzat Yang menciptakan bintang dan galaksi. Sains abad ke-20 baru memahami asal-usul kosmik besi, namun Al-Qur'an sudah membicarakannya 14 abad yang lalu.
Semoga fakta ini mempertebal iman kita bahwa tidak ada yang kebetulan di alam semesta ini. Semuanya didesain dengan presisi yang sempurna oleh Allah SWT.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Abu Sultan Al-Qadrie