Al-Basith (Artinya: Yang Maha Melapangkan)
|
Kategori |
Detail Deskripsi |
Langkah Nyata & Implementasi |
|
Hakikat Nama |
Al-Basith adalah Zat yang meluangkan rezeki, melapangkan hati, dan membentangkan kasih sayang-Nya kepada siapa pun yang Dia kehendaki. |
Meyakini bahwa setiap kemudahan dan kelonggaran hidup murni datang dari izin-Nya. |
|
Sifat |
Sifat-Nya ِAl-Basth , aktif membentangkan (mendistribusikan) karunia, baik secara materi maupun spiritual. |
Bersandar hanya kepada Allah saat merasa terhimpit oleh beban ekonomi atau pikiran. |
|
Efek Titipan |
Kelapangan rezeki, ilmu yang luas, dan pengaruh yang positif di tengah masyarakat. |
Menggunakan kelebihan harta atau ilmu untuk membantu orang lain yang sedang dalam kesempitan. |
|
Efek Mental |
Timbulnya rasa optimisme, harapan (raja'), dan ketenangan jiwa meski dalam kondisi sulit. |
Menghilangkan keputusasaan; percaya bahwa setelah kesulitan pasti ada kelapangan. |
|
Efek Karakter |
Menjadi pribadi yang dermawan, berlapang dada (pemaaf), dan suka memudahkan urusan orang. |
Tidak pelit dalam berbagi dan tidak sempit hati saat menghadapi perbedaan atau kesalahan orang lain. |
Intisari:
Al-Basith adalah jawaban bagi jiwa yang merasa sesak. Dia bukan sekadar memberi, tapi "membentangkan" sehingga hamba-Nya merasa cukup dan luas.
2. Landasan Kontekstual (Dalil)
Al-Qur’anul Karim
- Kedaulatan Mutlak
لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
"Milik-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi(nya). Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Asy-Syura: 12)
- Otoritas Akhirat
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ
"Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki." (QS. Asy-Syura: 27)
- Sirkulasi Kekuasaan
وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
"Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan." (QS. Al-Baqarah: 245)
As-Sunnah & Hadis Qudsi
- Peringatan Materialisme
فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا
"Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan atas kalian, akan tetapi aku takut jika dunia dibentangkan (dilapangkan) kepada kalian..." (HR. Bukhari & Muslim)
- Otoritas Tertinggi
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّزَّاقُ
"Sesungguhnya Allah-lah yang menentukan harga, yang menyempitkan, yang melapangkan, dan yang memberi rezeki." (HR. Tirmidzi)
3. Penyejuk Jiwa
Ketika dunia terasa menghimpitmu dengan berbagai persoalan, ingatlah bahwa Allah adalah Al-Basith. Sebagaimana Dia membentangkan fajar setelah malam yang gelap gulita, Dia pun mampu membentangkan jalan keluar di saat logikamu mengatakan tidak ada jalan lagi. Kelapangan hati adalah kekayaan yang sesungguhnya.
4. Teladan Salafussalih
Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu adalah sosok yang merasakan efek nama Al-Basith. Allah melapangkan rezekinya hingga ia berkata, "Andai aku mengangkat batu, aku merasa akan menemukan emas di bawahnya." Namun, kelapangan itu ia gunakan untuk membentangkan bantuan kepada tentara Muslimin dan kaum fakir, menunjukkan bahwa kelapangan harta harus diikuti dengan kelapangan tangan (kedermawanan).
5. Pesan Mendalam
Janganlah merasa aman saat rezekimu sedang dilapangkan, dan janganlah berputus asa saat rezekimu sedang disempitkan. Keduanya adalah ujian. Hakikat kelapangan yang sejati adalah saat hatimu merasa luas untuk menerima ketentuan-Nya (Ridha), karena rezeki yang paling luas adalah hidayah dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
6. Kesimpulan
Al-Basith adalah harapan bagi setiap hamba. Dia melapangkan rezeki bagi fisik kita dan melapangkan cahaya bagi hati kita. Dengan mengenal Al-Basith, kita belajar untuk menjadi pribadi yang tidak mudah mengeluh dan selalu berusaha menjadi perantara bagi kelapangan urusan orang lain.
Abu Sultan Al-Qadrie