1. Pengertian Shalat Tarawih
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dilakukan khusus pada malam hari di bulan Ramadhan. Secara bahasa, Tarawih berasal dari kata tarwiihah yang berarti "istirahat", karena para sahabat Nabi terdahulu sering beristirahat sejenak di antara rakaat-rakaatnya agar tidak terlalu lelah.
2. Dalil Penunjang
Ibadah ini memiliki landasan yang kuat baik dalam Al-Qur'an (secara umum tentang ibadah malam) maupun Hadis Nabi Muhammad SAW secara spesifik.
A. Landasan dari Al-Qur'an
Allah SWT memuji hamba-hamba-Nya yang menghidupkan malam dengan beribadah:
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka beribadah kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap." (QS. As-Sajdah: 16)
B. Landasan dari Hadis Nabi SAW
Keutamaan khusus menghidupkan malam Ramadhan disebutkan dalam hadis sahih:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadhan (Tarawih) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Pesan Persatuan: Masalah Jumlah Rakaat
Salah satu indikasi kedewasaan dalam beragama adalah sikap saling menghargai. Jangan sampai perbedaan jumlah rakaat memutus tali silaturahmi antar sesama Muslim.
- Bagi yang melaksanakan 8 Rakaat (plus Witir 3): Memiliki landasan dari kebiasaan Nabi yang seringkali tidak menambah lebih dari 11 rakaat.
- Bagi yang melaksanakan 20 Rakaat (plus Witir 3): Memiliki landasan dari ijma' para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab untuk menghidupkan syiar Ramadhan.
Poin Penting:
Tidak ada gunanya meributkan angka jika hati dipenuhi kebencian. Yang utama bukanlah seberapa banyak jumlahnya, melainkan seberapa tertib gerakannya dan seberapa khusyuk hatinya. Lebih baik shalat dengan tenang (thuma'ninah) daripada terburu-buru hanya demi mengejar target jumlah.
4. Seruan untuk Muslimin
Wahai saudara-saudaraku kaum Muslimin yang diberikan nikmat kesehatan badan dan kesempatan usia:
Bulan Ramadhan adalah tamu agung yang datang hanya setahun sekali, dan tidak ada jaminan kita akan menemuinya lagi di tahun depan. Gunakanlah kesempatan yang sangat langka dan berharga ini untuk:
- Melaksanakan Shalat Tarawih dan Witir secara istiqamah sepanjang bulan.
- Menjadikan masjid sebagai tempat bersatunya umat, bukan tempat berselisih.
- Memaksimalkan setiap malam untuk menjemput ampunan Allah SWT.
Sungguh rugi seseorang yang mendapati Ramadhan, badannya sehat, namun membiarkan malam-malamnya berlalu tanpa sujud kepada Sang Pencipta.
Penulis oleh : Faisal Hasan Sufi Al- Qadrie